++urek-urek++
Tuesday, October 10th, 2006menanti detik-detik menuju perayaan// Entah apa yang perlu dirayakan sebenarnya/ karena itu hanyalah sejumlah angka// Artinya tidak perlu diperdebatkan// kelana bersama angin/ bersama waktu// menyingkap tabir-tabir duniawi// hanya cawan dunia terlalu banyak/ tak mungkin menghirup dalam satu regukan// karena tiap tegukan akan berakhir pada khilaf// obsesi duniawi menjadi fana//
merindu pada cahaya/menanti hingga detik kini tak jua bersua// pencarian belum terhenti tetapi tersendat dalam jaring-jaring kemunafikan// mengingkari / mencari pembenaran/ sesuatu tak berkesudahan// yang ada cuma hampa yang dibesar-besarkan// tak berguna//
menghitung detik-detik perayaan/ mengharapkan kebangkitan idealisme kembali berkobar// tetapi ia mati/ lebur bersama materi dan ruang terasa kosong// yang terbit hanya setitik sesal/ setelah itu ia menghilang// ragu akan keberadaan sendiri//
**111006**25**1/4 dari 100**